Apa yang Harus Dipersiapkan Jika Ingin Menjadi Pekerja Remote?

Menjadi pekerja remote itu sebenarnya tidaklah mudah, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan bila ingin menjadi seorang pekerja remote handal.

RemoteWorker Indonesia, Erwin Santoso

RemoteworkerID Blog - Persiapan Menjadi Pekerja Remote

Persiapan Jadi Remote Worker - Apakah kamu sedang bersiap-siap untuk bekerja secara remote? Jika demikian, selamat datang! Kamu membaca artikel yang tepat. 

Kami tahu, kamu mungkin sedang mengalami kebingungan seraya bertanya-tanya harus memulai dari mana sebenarnya untuk bisa menjadi pekerja remote. 

Tenang, kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat normal, kok. Karena kami juga pernah mengalaminya ketika memulai sebagai pekerja remote. 

Tapi saat itu, karena masih bau kencur, kami melakukan banyak kesalahan dan kekeliruan. Misalnya saja, stress karena proposal pekerjaan tidak ada yang tembus atau baperan ketika klien meminta revisi berkali-kali. 

Ironisnya, saat itu tak ada orang yang membantu kami.

Nah, agar kamu tidak melakukan kesalahan dan kekeliruan seperti yang kami lakukan dulu, Tim RemoteworkerID akan membagikan panduan dan persiapan apa saja yang harus kamu butuhkan sehingga bisa menjadi pekerja remote.

Semoga bisa membantu, ya.

Persiapkan Tekad dan Mental yang Kuat

Perihal awal yang harus kamu persiapkan adalah tekad dan mental yang kuat. 

Kenapa? 

Karena sejatinya menjadi pekerja remote itu susah-susah gampang. Oleh karena itu kamu harus mempersiapkan tekad dan mental yang kuat. Sebab dengan tekad dan mental yang kuat, kamu bisa menghadapi berbagai rintangan dalam meraih sukses sebagai pekerja remote handal. 

Salah satu contohnya, saat kamu mencari lowongan kerja remote dari situs pencarian kerja seperti Upwork, Freelancer.com atau lainnya, maka kamu harus siap mental untuk bersaing dengan puluhan proposal dari para pekerja remote dari berbagai penjuru dunia.

Tak berhenti sampai di situ, kamu juga perlu mempersiapkan mental ketika menghadapi kenyataan ketika proposal itu harus ditolak calon client.

Sedih? Pasti. Sebel? Jelas. Tapi mau bagaimana lagi?

Maka dari itulah, kamu perlu mempersiapkan mental yang kuat agar tidak jatuh pada rasa frustasi. 

Jika kamu sudah berhasil mempersiapkan tekad dan mental kamu, maka mari kita beranjak ke langkah berikutnya.

Siapkan Alat Kerja yang Memadai 

Hal kedua yang harus kamu persiapkan untuk menjadi pekerja remote adalah menyiapkan alat kerja yang memadai.

Minimal alat kerja yang harus kamu punya adalah laptop atau komputer dan handphone. Kedua perangkat ini sangat penting untuk menunjang pekerjaan kita. Entah itu untuk menulis, ngoding atau mendesain.  

Selain itu, siapkan juga internet yang lancar dan stabil di rumah Anda. Sebab tak bisa kita pungkiri bahwa penunjang utama dalam bekerja remote itu adalah koneksi internet.

Apabila koneksi internet tidak stabil, ujung-ujungnya akan berpengaruh buruk pada produktivitas kerja kita. Mulai dari bad mood hingga kehilangan semangat untuk bekerja. Jadi jangan sampai terjadi, ya? 

Tentukan Skill dan Portfolio yang Terbaru

Hal ketiga yang harus kamu persiapkan untuk menjadi pekerja remote adalah menentukan skill dan porfolio terbaru.

Sebagai seorang yang ingin terjun ke dunia kerja remote, coba tanyakan pada dirimu sendiri dulu skill apa yang paling kamu kuasai? 

Menulis? Desain Grafis? Digital marketing? SEO? Social Media Marketing? Web Developing? Video Editing? Atau virtual asisten?

Nah perlu kamu ketahui bahwa langkah penentuan skill ini sangat penting. Karena semakin bagus skill kamu, maka peluang kamu untuk bisa eksis di dunia kerja remote akan semakin besar. 

Kemudian setelah selesai menentukan skill, hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membangun portfolio online.

Portfolio ini berguna untuk membuktikan pada klien seperti apa hasil pekerjaanmu. Bila kamu mempunyai uang lebih, tak ada salahnya membangun website personal. Atau jika ingin hemat, kamu bisa mengunggahnya di situs portfolio populer seperti Dribbble, Behance, Medium, ataupun Devianart

Yang pasti, coba atur semenarik mungkin portfoliomu kamu. Dengan begitu, peluang klien tertarik padamu akan semakin besar.

Tingkatkan Kedisiplinan Diri 

Hal keempat yang harus kamu persiapkan untuk menjadi pekerja remote adalah menentukan skill dan porfolio terbaru.meningkatkan kedisiplinan diri. 

Mengapa? 

Karena tantangan terberat bagi seorang pekerja remote adalah harus tetap fokus. 

Sebagai seorang pekerja remote, tentu kamu memiliki kebebasan untuk bekerja di mana saja. Di rumah, di kafe, atau di working space. Semua tempat itu kadang malah membuat pekerja remote jadi terlalu nyaman dan keenakan.

Misalnya saja, saat kamu bekerja di rumah. Ada banyak godaan untuk menjadi tidak fokus bekerja seperti tidur, nonton Netflix, main game, dan masih banyak lainnya. 

Kan bisa pindah ke kafe? 

Well, dalam pengalaman kami sama saja sih. Suasana kafe yang ramai, bisa membuat kamu terdistraksi dengan cepat. Akibatnya kamu malah gagal fokus dan pekerjaan jadi terbengkalai deh.

Bekerja secara remote sangat berbeda sekali ketika kamu bekerja di kantor. Di kantor kamu memiliki atasan kamu yang akan mengingatkan deadline pekerjaanmu langsung. Semisal sudah mendekati deadline, atasan kita akan langsung mengingatkan. 

Sementara kalau pekerja remote, yang mengingatkan deadline pekerjaanmu adalah dirimu sendiri. Makin cepat kamu mengerjakan, makin cepat kamu mendapatkan bayaran. Makin lambat, ya jelas pembayaranmu akan makin terlambat. 

Tapi diantara kamu, mungkin ada yang berdalih, bahwa kamu adalah seorang workholic

Sebenarnya, sama saja. Bahkan seorang pekerja remote yang workholic itu bisa memberikan dampak yang lebih fatal. Karena kamu bakal terus bekerja, lupa istirahat. Dampaknya, ya pasti ke kesehatan kamu. 

Maka dari itu sangat penting bagi seorang pekerja remote untuk memiliki kedisiplinan dan manajemen diri yang baik. 

Karena kamu harus bertanggung jawab dengan agenda kerja yang sudah kamu bangun sendiri: kapan harus mulai kerja, kapan saatnya istirahat, dan kapan berhenti kerja. 

Kuasai Komunikasi Dalam Bahasa Inggris

Hal kelima yang harus kamu persiapkan untuk menjadi pekerja remote adalah kuasai komunikasi dalam bahasa Inggris.
 
Perlu kamu ketahui, ada alasan mengapa kami meminta kamu untuk mempersiapkan komunikasi dalam bahasa Inggris. Pasalnya perusahaan-perusahan di Indonesia itu sangat jarang membuka lowongan kerja remote. Alhasil ya mau gak mau kamu harus lari ke perusahaan luar negeri. 

Hal ini membuat kamu, mau gak mau, harus bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris adalah bahasa global di perusahaan luar negeri.

Nah piye jal kalau kamu tidak bisa berbahasa Inggris?

Ya, belajar. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan. Misalnya saja, dengan bergabung dengan forum-forum berbahasa Inggris, baca artikel bahasa Inggris atau dengerin lagu bahasa Inggris.

Kalau saya pribadi lebih memakai cara klasik seperti nonton film dengan menggunakan bahasa Inggris atau baca berita bahasa Inggris. Jadi learning by doing saja.

Tapi kalau kamu bergabung dengan RemoteworkerID, kamu bisa mendapatkan online course bahasa Inggris juga. Jadi buruan daftar sekarang!

Siap Belajar Secara Otodidak

Hal ketujuh atau yang terakhir harus kamu persiapkan untuk menjadi pekerja remote adalah siap belajar secara otodidak. 

Bila kamu ingin menjadi pekerja remote yang handal, kamu harus terus belajar. untuk meningkatkan kompetensi diri. 

Kenapa?

Karena kamu adalah pekerja remote, bukan pekerja kantoran yang mendapat diamati oleh atasan atau HR kamu untuk meningkatkan kompetensi. 

Perlu kamu sadari bahwa kamu bukanlah satu-satunya orang yang mahir di bidang kamu tersebut.

Ada ratusan bahkan jutaan orang dari berbagai belahan dunia yang tentu memiliki kemampuan sama seperti kamu.

Tapi bagaimana caranya?

Ada banyak cara untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuanmu. Misalnya saja dengan mengikuti situs-situs pelatihan yang menyediakan online course seperti RemoteWorkerID, Lynda.com, KhanAcademy dan masih banyak lainnya. 

Atau saat kamu mendapatkan job dari klien, kamu juga bisa mengembangkan diri. Misalnya saja, task yang sudah kamu sepakati dengan klien adalah menyelesaikan kendala A. 

Tapi ternyata, dalam perjalanannya kamu melihat ada kendala B juga. 

Nah kamu bisa tuh untuk mencoba mengerjakannya sekalian, meski task B ini belum kamu kuasai betul. 

Coba otak-atik sendiri. Lihat referensi di google. Bila kendala itu terselesaikan, maka laporkan hal tersebut pada klienmu. 

Niscaya, klienmu akan memberikan bonusan atau review yang positif.

Siapkan Akun Paypal dan Rekening Bank

Hal ketujuh atau yang terakhir harus kamu persiapkan untuk menjadi pekerja remote adalah membuat akun paypal.

Untuk apa? Tentu untuk menerima fee atau bayaran atas pekerjaan atau proyek yang sudah kamu kerjakan. 

Banyak pekerja remote menggunakan Paypal untuk menerima pembayaran melalui Paypal, baru kemudian mencairkannya ke rekening debit.

Proses pencairannyanya sendiri biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 hari selama jam kerja.

Nah, cukup sekian artikel mengenai apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjadi pekerja remote. Bila kamu ingin mendapatkan tips lebih, silahkan ikuti online course di RemoteworkerID, tahap mastering Remote Work. Kamu akan dipandu oleh tutor berpengalaman mengenai dunia remote jobs hingga bagaimana cara menembus pasar remote jobs. 

Ciao!