Beranda / Tentang
Cerita di balik RWID
Dunia ini dibangun dari perjalanan satu orang, lalu diubah menjadi ruang yang bisa dijelajahi siapa saja. Ini kisahnya — sebagaimana dituturkan di awal permainan.
Sebuah pertanyaan pada 2017
Sembilan tahun yang lalu, saat itu sudah setahun tidak bekerja. Kebutuhan terpenuhi lewat kerja bersama tiga tim remote. Maka, untuk mengisi waktu luang, terlintas satu keisengan: menulis sebuah post di grup Facebook oDesker Indonesia.
“Siapa yang mau saya bantu nembus job di Upwork?”
Dari titik itu semua bermula. Semua perjuangan dikerahkan, semua doa ditujukan.
Berhenti sesaat, lalu lanjut kembali
Di pertengahan Juli 2025, semuanya harus berhenti untuk sementara. Ia dilanjutkan kembali setahun kemudian — di tahun ini, 2026. Perjalanan yang sempat terputus itu kini dibangun ulang di atas fondasi yang lebih kuat.
“Manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” — kalimat yang menjadi arah Remote Worker Indonesia.
Living Learning Space
RWID bukan LMS biasa, dan bukan pasar kursus dengan gamifikasi. Ini ruang belajar hidup: setiap hal yang selesai kamu pelajari meninggalkan wujud yang bisa dilihat.
Kamar
Rak buku, sertifikat, poster, perabot — tempat kamu bertanya, “apa yang sudah saya pelajari?”
Meja
Buku, disket, kaset — barang yang kamu susun sendiri, bukan angka di daftar inventaris.
Terminal
Di layar CRT inilah belajar, membaca, mendengarkan, dan bertransaksi benar-benar terjadi.
Koleksi lebih penting dari inventaris
Bukan “124 item dimiliki”, melainkan 124 buku yang benar-benar berdiri di rak. Bukan “15 kursus selesai”, melainkan 15 buku yang terpampang di kamar. Kamar mulai nyaris kosong, dan perubahannya sendiri adalah hadiah.